Jumat, 17 Agustus 2012

Benarkah Laki-Laki sangat cenderung menginginkan yang praktis

Lima lawan Dua.... tepatnya lima Logika lawan dua perasaan. tetap saja, berapapun banyaknya perasaan yang ada untuk melawan logika, ia akan lebih memilih untuk mengalah


tepat hari ini, dua hari sebelum ramadhan kami bertujuh dua ahwat dan lima ikhwan sepakat untuk musyawarah, sempat terjadi adu pendapat. hanya bahasan sepele terkait agenda ramadhan untuk mahasiswa. namun yang lebih saya lihat bukan dari permasalahan yang kita bahas. yakni lebih ke cara pendang antara laki-laki dan perempuan hingga berujung konflik dan adu pendapat. dan ternyata secara tidak sadar aku menguaknya saat ini.

dari seoarang sahabat saya, yang memilih diam saat saya dan salah satu rekan saya (ikhwan) adu pendapat . dan kemudian ia mengingatkan saya, "kenapa harus saling memperkuat pendapat, ya jelas banyak perbedaan. mereka para ikhwankan pake logika, gak dipikir pakai perasaan dulu ukh" celetuk sahabat ku. hmmmm aku langsung tertegun, dan mengiyakan apa saja yang di sampaikan para ikhwan

begitukah...?

bukan masalah perbedaan sebenarnya yang menjadi permasalahan. saya terkadang juga luput dari penyadaran, bahwa hakikatnya laki-laki dan perempuan secara harfiah memang berbeda. namun ada satu sisi yang mungkin sulit untuk  kita pahami adalah rasa untuk menghargai. dimana kedua belah pihak (laki-laki dan perempuan) ketika beradu pendapat pasti akan berujung cekjok dan saling meperkuat pendapat.

contoh paling mudah adalah kisah romantisme dua orang sejoli, awalnya sih, seneng, adem ayem. lanju ke waktu berikutnya, pasti akan menimbulkan percecokan sengit, hingga berujung perpisahan. dimana diantara keduanya tidak ada yang mau mengalah. malahan saling menyalahkan pasangannya dan hanya membenarkan diri sendiri.

kembali ke pembahasan seputar saling menghargai. kata-kata yang simpel, serimng di dengar,  namun kenyataanya, ketika terjadi cekcok dan adu pendapat, kata itu mudah sekali hilang dari jangkauan pikiran kita.

saya lebih senang dengan kata belajar bersama, untuk itu, yuk mari kita saling berbenah, saling mengingatkan. dan saling menghargai. di tambah dengan adanya postingan ini, semoga bermanfaat untuk sahabat semuanya....


terimaasih..

Minggu, 12 Agustus 2012

AKU BERBEDA


Siapa yang tak ingin segala kebutuhannya tercukupi, bahkan berlimpah. Siapa yang tak ingin hidup tanpa beban dan segalanya ada ketika kita butuh...?

Siapa yang tak ingin...?
Siapa yang bisa mengelak dengan pertanyaan itu, semuanya ingin pun juga aku. Aku berbeda, lantas bermasalahkah...!, aku berbeda , salahkah...!. aku tak lagi memandang hidup dari segi kenikamatan semata. Aku tak lagi memandang masa usiaku untuk semata mencarai alasan untuk bersenang-senang dan berpesta.  

Jam berdetak jelas di telinga ku, suaranya seolah-oleh mendayu-dayu di otak ku. Semua nampak jelas, aku mengingat kata-kata itu, mengingat ekspresi itu, mengingat cara mereka memperlakukan ku, semuanya tak lepas dari sindiran dan penolakan. Mata ku menerawang jauh kemasa lalu, ketika aku sering bersama mereka,  ketika itu pula aku lebih sering mengikuti kata-kata mereka. Akupun merindukan masa itu sekarang, setidaknya aku bisa merasakan arti sebuah persahabatan.

Apa yang salah dari diriku, ketika aku sekarang lebih sibuk dengan pekerjaanku, ketika aku lebih memilih hidup mandiri dengan konsekuensi segalanya serba irit karna ku batasi. Ketika aku lebih memilih merubah penampilan dan jilbab ku. Ketika aku lebih memilih diam ketimbang tertawa terbahak-bahak atas kekurangan yang orang lain miliki. Ketika aku lebih memilih bungkam ketimbang nimbrung dalam orolan yang membahas kesalahan sahabat sendiri. Namun ternyata, ketika itu pula aku harus siap jauh dari orang-orang yang dulu pernah mengaku sahabat ku. 

Namaku Nadia, lengkapnya Nadia Puspita. Aku kuliah di salah satu perguruan tinggi favorit di tempatku. Aku lahir dari keluarga serba ada, Ayahku termasuk orang kaya di desaku. Setidaknya anggapan itulah yang ada di benak teman-teman sekelasku. Meski penampilanku biasa saja, namun aku memiliki segalanya. Apa yang teman-teman sekelasku tak memiliki, maka akulah yang memilikinya terlebih dahulu. Bahkan tugaspun, ketika mereka kepayahan, maka akulah yang merampungkan terlebih dahulu, sehingga mereka dengan leluasa menyalin tugasku. Gambaran sosok sahabat saat itu adalah ketika mereka mengeruminiku. Waktu berlalu sampai ku menginjak semester empat. Dari situlah kusadari, mana mereka yang sejatinya mengaku sahabat, atau mereka yang hanya memanfaatkanku untuk menjadi sahabat ku.

Mereka menjauh saat aku memutuskan merubah segalanya, bahkan mereka lebih senang menggunjing keadaanku ketimbang mensupprot ku ketika aku kekurangan, entah uang untuk membeli buku atau sekedar lauk untuk makan siangku. Agrrrrrr....... aku merasa kewalahan, bukan karena keputusan ku untuk merubah diri ku, tapi aku kuwalahan atas sikap mereka. Jilbab besar ku selalu jadi alasan untuk mereka menjauhi ku, sikap irit ku akan jadi bahan ejekan, apalagi saat ada kegiatan dan membutuhkan uang untuk iuran meski sekedar dua puluh ribu. Aku tak butuh belas kasihan mereka, karena inilah keputusan ku. keputusan untuk hidup mandiri dan merubah diri. Akupun tak butuh bantuan mereka karena aku sudah memiliki temapat dimana aku harus meminta pertolongan. Namun, tidakkah mereka bisa menghargaiku. Jujur aku malu, jujur aku sedih, jujur aku ingin menangis di pelukan sahabatku. Mana mereka, mana....! tanda tanya besar atas keberadaan mereka saat ini....

Panas terik menambah kegalauanku atas kejadian yang baru saja terjadi padaku. Ku pandangi jam tangan yang bersemayam di tangan kananku, hhhhhh helaan kecil setidaknya mengurangu beban di hatiku. Dua jam yang lalu, aku masih di kampus. Aktifitas biasa setelah jam kuliah selesai, aku memutuskan untuk berkumpul dengan teman-teman sekelasku. Ternyata, akan ada rencana yang akan mereka lakukan sore ini. Aku tersenyum dan berharap bisa ikut dengan mereka. Ku tepis rasa duka ku yang lalu, mencoba memperbaiki semuanya, berharap semua akan menjadi lebih baik, dan akupun mulai bertanya, “mau ada acara apa nih, ikut donkk”....sontak mereka menjawab dengan sindiran yang sangat nyata “idih, sapa lu... dah sono ngaji-ngaji aja. Tuh, lu kan demen ama yang jalan sama nunduk-nunduk, kesandung lah baru tau rasa. Ni mah parti kita, bukan buat lu – lu yang sok alim”... jlebbb hatiku benar-benar tertusuk. Ingin rasanya ku segera menghindar, bagaimana caranya. Langsung pergi dari kerumunankah, ahhh itu hanya akan menambah bahan tertawaan mereka. Hanya ku balas dengan senyuman, yah tepatnye senyuman pahit. Selepas itu aku diam dan memanfaatkan buku yang aku bawa untuk berpura-pura membacanya. Dalam hati ku, aku rentak dan menagis dalam diam. Meski air mata ini tertahan dalam-dalam. Ingin rasanya segera pulang ke kosan, tidur dan melupakan segala....

Hhh.............. jarak yang hanya satu kilo meter terasa berpuluh-puluh kilo, ternyata masih jauh kosan ku, untuk di tempuh dengan berjalan kaki. Tapi aku sendiri malas untuk mempercepat langkah ku.... perjalanan yang coba untuk aku nikmati, meski sengat matahari cukup menguji emosi. Tik tok tiik tok... aku membunyikan tiap langkah ku, dengan senyuman yang sedikit aku kembangkan, yakin bahwa semuanya akan berakhir dengan indah...

Bippppp........ HP ku berbunyi. Tanda ada SMS yang masuk.  “uiiiiiii, mau kemana lu panas-panas. Berhenti, gua yoook, gua mau manggil gak enak teriak panas-panas, secara suara gua kan emas, takut banyak yang kesemsem sama suara gueee...” . hahahahaha dalam hati ku tertawa, alhamdulillah ada pencerahan. Akupun membalasnya dengan sapaan humor “mau pulang gua, jadi artis di kampus cukup melelahkan, gua mau rehat,,,, hahahaha, mau kemana tah...? “. SMS dari Ema sedikit menghiburku, dia adalah salah seorang aktifis lembaga dakwah di kampus, aktif, enerjik dan selalu bisa membuat ku tertawa,setidaknya itulah yang membuat ku kagum dengan nya dan teman-temannya. Bahwa aktifis juga bisa berbahasa “Lo and Gua” gak cuman ana (aku) , antum (arti sebenarnya adalah kalian, namun lebih digunakan untuk membahasakan kamu) , akhi (panggilan untuk aktifis laki-laki) dan ukhti (panggilan untuk aktifis perempuan). Sesaat kemudian Ema muncul dengan motor beat merahnya, “nyok ikut gua, lu kayanya butuh obat... hahahahaha “.... aku mengerti dengan kata-katanya. Tanpa berfikir panjang akupun langsung duduk di jok belakang. Wushhhh lima belas menit kemudian sampai juga di pelataran luas yang sangat teduh, banyak para akhwat di sana. Rupanya mereka sedang ada rujak party. Aku bukan siapa-siapa, aku anak baru di kalangan mereka, akupun tak tau siapa-siapa tentang mereka. Namun dari Ema aku mulai mengenal mereka. Akrab, lembut, halus, dan tutur yang sopan, aku suka....

Lepas dari peristiwa tadi aku mulai mengerti, dihadapan ku ada banyak orang yang menuntun langkah ku, meski ada banyak yang mencibir mereka, tapi mereka yakin, mereka tak sendiri. Aku mulai paham dengan kondisi mereka, mereka memang belum bisa di pandang sebagai orang yang paham dengan agama, bukan orang yang alim, namun cukup seing di katakan sok alim, bukan orang pandai tapi mereka mencoba untuk tau segalanya. Bukan ustadz, tapi mereka banyak belajar dari para ustadz. Dan itulah yang membuat ku bangga dengan mereka. Setidaknya sekaranglah yang coba aku lakukan saat ini. Mencoba merubah segalanya, bukan seperti mereka, tapi seperti kata hati ku. aku memang tak tau apa yang akan terjadi esok,  apa yang akan terjadi dengan teman-teman sekelasku bila aku tetap bertahan dengan perubahan ku. namun aku yakin, aku akan menjadi lebih baik dari mereka.......

Salam ukhuwah

Inspirasi seorang sahabat

Bandar Lampung, 26 Juli 2012

KU KATAKAN “AKU MENCINTAIMU”


Bila boleh ku meminta pada-Mu, tidak ada siapa yang terlebih dahulu menghadap kepada-Mu. Karena ku tak ingin ia menangis melihatku pergi meninggalkannya, dan hatiku tak akan rela kehilangannya. Ku ingin hidup atas abdiku kepadanya. Sampai aku benar-benar memberikan tumpah bhaktiku kepadanya.

Ku pandangi wajah yang syarat akan makna. Kerutan di wajahnya membuat hatiku terenyuh dan menahan rasa dalam-dalam. Sedang ungkapan cinta ini hanya terpendam dalam dada.

Kembali ku tengok masa kanak-kanak ku, samar-samar ku ingat tingkah polahku semasa kecil. Ironi canda dan tawa kehadiran ku di tengah-tengah ayah dan ibuku.  Dan sekarang, Yappp.... aku sekarang sudah tumbuh dewasa, menjadi gadis yang anggun dan menawan, setidaknya itu yang ayah lihat dari ku saat ini. Pikiranku kini sudah jauh kedepan, bila dulu ku sering duduk dalam pelukan ayah, kini ku lebih sering melihat punggungnya berlalu meninggalkan ku. seperti saat ini, ketika ku hantarkan beliau pulang kembali kerumah.

Waktu menunjukan jam dua siang, tepatnya baru saja ku lihat ayah disini. Dari jam sepuluh beliau ada di kosan ku, sekedar menengok keadaan ku dan berbincang-bincang ringan. Dari luar beliau nampak kekar dan sangar, bahkan jarang sekali nampak hangat di hadapan ku bila aku berada di rumah. Sering teman-teman ku mengeluh takut bila ingin berkunjung dan bermain dengan ku. ahhh........ sudah biasa bagiku, karena memag seperti itulah karakter beliau bahkan sampai kini ku menginjak usia ke dua puluh dua. Namun jauh didalam hatinya, ia adalah sosok  yang sangat berpengaruh dalam hidupku.

Dalam, benar-benar dalam ku ingin memeluknya, sekedar penyembuh keluh yang coba ia sembunyikan, namun sangat nampak  dari sorot mata yang ia pancarkan. Ohh..Ayah kurasakan benar jerih lelah yang  terselip dalam senyum kecilmu itu. Adakah obat sebagai penyembuh rasa lelah di benak mu. Apakah yang kau rasakan, ku ingin tau. Aku, apakah terlalu merepotkan mu... ohh Ayah...

Dari laki-laki, aku sungguh tak mengerti apa yang sebenarnya ada dalam hatinya, tanggung jawabnya, kesetiaanya yang terkadang di pandang setengah hati. Mereka  nampak tegar untuk mengeluarkan air mata, meraka nampak pula angkuh untuk menunjukan kasih sayang kepada anaknya, kasar, terkadang itu pula yang mereka gambarkan kepada anak-anak mereka, namun ku tau, jauh di dalam hatinya, mereka juga ingin memeluk, mereka juga ingin mencium kening anak mereka, mereka juga ingin meringkih melihat anaknya kesakitan dan berbuat kesalahan. Hal seperti itu juga uk lihat dari ayah ku, beliau...... hhhhh......Ayahku, betapa bersyukurnya aku. Meski terkadang pernah ku merasa betapa kolotnya pemikiran orang tua, betapa tak mengertinya terhadap perasaan seorang anak, betapa ego yang sangat ia unggulkan, namun jauh dari semua itu di dalam hati ini ku akui engkaulah sosok yang sangat aku kagumi. Di dunia ini ku ingin abdikan hidupku untuk mu, hanya untuk mu. Lepas kepergian Ibu, hanya engkau yang  menjadi motivasi terselubung dari setiap langkah ku. sosok seorang ibu ku tanam dalam dalam dalam nurani ku, ku ingat betul betapa manisnya ia, dan ku tau engkau merindukannya. Ohh ayah, maafkan aku. Ku bermimpi Tajam akan kesuksesan yang ingin ku persembahkan untuk mu, tapi nyatanya sampai saat inipun aku masih menjadi beban.

Ku coba menjalani hidup atas tumpuan kaki ku sendiri. Tangis ku menahan perih batu sandungan saat ku coba menjalani ini semua. Naluri, benarkah karena naluri, kau datang saat ku benar-benar merasa terpuruk, kau melegakan aku, namun kehadiran mu, menambah sesak atas puing-puing yang berantakan dalam dada. Masih begini saja aku belum bisa memberikan apa-apa pada mu.......
Ahhhh.......... akupun tertunduk lesu. Ayah maaf kan aku........

Salam cintaku.....

Lampung Timur, 29 Juli 2012

KENAPA HARUS ADA SEBUTAN ANAK TIRI


Ia seorang gadis yang periang, cantik, dan cekatan. Tersirat senyum yang selalu terkembang dan itu ia pertahankan dimanapun ia berada, namun jauh di dalam hatinya tersimpan kepedihan masa kecil yang tak kunjung lekang hingga saat ini.

Aku hanya bisa menundukan kepala mendengar ceritanya. Menahan bendungan air mata yang sedikit lagi akan tumpah, ku coba menahan dalam-dalam meski terasa benar rasa perih yang tertanam dalam hatinya,

Sayang.... kau tak sendiri.

Sekarang, aku mengetahui , ada satu wajah lagi yang ia tutupi di balik senyum riangnya. Raut wajah yang selama ini ia sembunyikan di hadapan teman-temannya tumpah di hadapan ku, ketika ia menangis dan mecoba berkata meski terbata-bata. Ku rasakan benar posisinya, aku tau benar bagaimana hatinya ingin menjerit dan butuh bala bantuan. Kenapa harus ada sebutan anak tiri, tak ada yang ingin menyandang status seperti itu , saat kesetiaan di balas dengan cacian dan hinaan. Kehilangan sosok seorang Ibu bukan hal yang perlu diratapi, namun bila sosok itu tergantikan oleh orang yang tak mengenal arti mengasihi seorang anak yang merindukan sosok yang penyayang dalam keluarga. Tegar, hanya itu yang mampu ia pertahankan. Meski dalam kesendiriannya, ia menangis. Hari ini ia luluh, hari ini ia merasa lelah, hari ini ia menyerah, atas do’a dan pengharapan bahwa segalanya akan berubah. Rintik air mata membuat getaran saat ia mencoba berbicara “mbak, aku merindukan ibuku, bolehkah aku memelukmu”. Ya Allah, ku peluk ia erat-erat.

Program KKN dan PPL di mulai hari ini, program yang mau tidak mau harus aku ikuti, karena wajib sebagai syarat wisuda. Hanya yang aku permasalahkan di sini adalah fasilitas yang cukup memberatkan hati, transportasi yang sama sekali tak memadai, jalan yang tak bersahabat dan lain sebagainya. Dan aku harus bertahan selam delapan puluh hari di Desa Margomulyo Kecamatan Gunung Terang Kabupaten Tulang Bawang Barat di daerah yang cukup terpencil yang jauh dari akses informasi, jangankan internet, sinyalpun berasa pelit untuk sekedar berkirimkan pesan.

Jam delapan tepat, jam pertama di mulai di hari senin selepas upacara.  Hari ini adalah hari pertama aku mengajar di sekolah, dan ini untuk yang pertama aku menyandang status sebagai guru meski hanya sementara. Antara sanggup dan tak sanggup, antara ragu dan perasaan belum pantas berbicara di depan, memikirkan diriku sendiri yang belumlah baik. Ahhhh ku tepis semuanya, dan akupun berjanji pada diriku sendiri, mulai hari ini dan seterusnya aku akan terus memperbaiki diri, menjadi ibu untuk murit-murit ku, menjadi teladan untuk mereka, dan menjadi sahabat mereka. Akupun sudah sedikit belajar tentang tatacara mengajar, bukan sekedar mengajar, tapi bagaimana layaknya seorang guru menjadi sahabat dikelas. Dari pengalaman seminar dan training yang sering aku berikan baik di sekolah-sekolah maupun di luar sekolah. Akupun dapat  sedikit memahami karakter mereka. Meski ini adalah kali pertamanya aku menghadapi mereka, tepatnya untuk mengajar matematika.

Teringat motivasi yang benar-benar menggugah pikiranku, kata-kata motivasi yang ku dapatkan dari seorang guru yang selama ini banyak mengajarkan ku tentang dunia training. Saat itu, kami berjumpa di salah satu moment training besar di Bandung, dan beliau mengatakan padaku, “murit tak membutuhkan guru yang pintar, namun murit membutuhkan guru yang bisa mengajar, tidak ada murit yang bodoh, yang ada adalah guru yang membuat mereka merasa bodoh sehingga mereka di katakan boroh, semua murit pintar, karena guru yang bisa mengajar, begitu pula dalam training, siapa yang ada di depan kita adalah murit-murit kita”. Motivasi yang benar-benar tertanam dalam diriku,  dan saat inipun kata-kata itulah yang menemaniku melangkah menuju ruang kelas.

Aku masih agak canggung saat kunampakkan diriku di depan anak-anak. Deg... tarikan nafas ku membuatku sedikit rileks, tak kusadari ternyata banyak mata yang melihatku dan menungguku mengeluarkan kata-kata. Ahhh mereka, tubuh mereka tinggi-tinggi berbeda jauh dengan ku,  kecil, mungil, dan sekarang harus mulai terbiasa dengan sebutan Guru. Jam pertama ku mengisi kelas tiga, sapaan hangat dan perkenalan benar-benar mencairkan suasana. Alhamdulillah sambutan mereka sangat baik, sedikit PD ternyata mereka lebih menyukaiku ketimbang guru sebelumnya, hahaha... bahak ku dalam hati, dan moment itu tak kalah dari kelas lainnya. Alhamdulillah.... lagi-lagi tak lelah ku mengucapkan rasa syukur kepada-Nya atas ilmu yang telah Ia berikan padaku. Sehingga aku dengan mudah mempelajari karakter mereka...

Sudah tiga minggu aku mengajar disini. Aku sudah mulai terbiasa dengan lingkungan disini, Desa Margo Mulyo, Tulang Bawang Barat dan ini kali pertama aku singgah di tempat orang dalam waktu yang lama. Ahhh masih enam puluh tujuh hari lagi aku disini. Mengajar di MA Hidayatul Mubtadiin yang rawan dengan murit yang hampir punah. Tapi yang saya lihat adalah semangat belajar mereka. Tak kenal lelah meski ku akui, sulit untuk mereka menerima materi pelajaran. Karena keterbatasan transportasi dan fasilitas yang memadai. Akupun sangat senang, bisa memberikan sedikit yang aku miliki meski hanya sekedar ilmu.

Hari ini jadwal ku masuk kelas tiga, ada satu yang mengganjal hati ku di sini. Seorang anak dengan wajah yang sangat ceria dan bersemangat, namun jauh di dalam hatiku mengatakan ada yang sedang ia sembunyikan. Nampak jelas aku dapat membaca sedikit apa yang membebani pundaknya, apakah itu...? akupun tak tau. Hingga tumbuh rasa penasaran ku, dan ku beranikan untuk sekedar salam sapa lebih dekat. Keesokan harinya aku mendapatkan surat darinya, tak bisa berbicara di hadapan ku, meski ingin namun lidah terasa kelu. Tak bisa mengirimkan pesan lewat HP karena bingung memulai dari mana. Hingga ia memutuskan untuk menuliskan dalam tiga lembar kertas yang ia titipkan pada teman sebangkunya.

Ku baca dalam-dalam, tetesan air mata tak cukup mewakili rasa duka yang ku rasakan dari ceritnya. Bahkan teman sebangkunya tak tau apa-apa perihal kemelut di hatinya. Tak ada yang tau mengapa selama ini ia tinggal hanya dengan neneknya, pun tak ada yang menyadari mengapa selama ini ia jarang menceritakan sosok seorang ibu, ia begitu pandai menyembunyikannya, namun sejatinya ia terluka....

Habis  sudah masa KKN dan PPL, ada perpisahan kecil dari sekolah melepas kepergian kami, kami sekelompok sempat menginap semalam di sekolah, berapi unggun ria dan acara bakar ayam kecil-kecilan. Ku lihat anak itu melihat ku lekat, kudekati ia, dan “brukkk” ia ada dekapanku, dalam pelukan ku, menangis tersedu –sedu. Pesan yang ia sampaikan pun ku balas dengan sepucuk surat, alhamdullah bisa sedikit mengobati rasa sakitnya, namun yang membuat ku pilu adalah kata-katanya “mbak, maukah jadi Ibuku...?”. Ya Allah, andaikan ku mampu, pantaskah aku, ia yang mampu menyimpan sembilu di balik lentera hatinya, ia yang mampu menutupi luka, ia yang begitu tegar dan mampu menahan amarah dalam-dalam. Sedangkan aku, Ya Allah...... aku belajar banyak dari anak ini....

LAGI, TENTANG LAKI – LAKI


Saat kau menikah bukan dengan ku, maka akulah orang yang akan menagis pertama kali.

Pesan singkat itu yang benar-benar menggunjang hati nya. Begitu mudahkah laki-laki itu mempermainkan perasaannya. Ia, wanita yang masih memendam cinta pada cinta pertamanya sampai saat ini, meski sekarang tak sempat ia mengungkapkan kembali seperti dulu, namun perasaan itu tak dapat ia sembunyikan. Pengharapan akan masa depan dengan sosok yang pernah menjanjikan sebuah kehidupan bahagia, kini ia masih berharap, namun harapannya hanya tertuju pada-Nya.

Tepatnya dulu, ia pernah menanamkan cinta pada seorang laki-laki. Dulu, memang pertama kalinya ia mengerti, seperti itukah rasanya menyayangi seseorang. Dulu, ia hanya mengerti ketika menyayangi seseorang, artinya ia harus berkorban apapun untuk mempertahankan nya, atas janji-janji yang telah terucapkan padanya. Janji yang membuatnya bertahan meski hati kian padam panas merasakan penatnya ulah laki-laki itu, saat hatinya berkali-kali disayat belati. Namun kini.....ia menyadari semuanya, pada siapa cintanya harus di beri.

Dua tahun lalu, memang Agung adalah sosok yang sangat berharga di hatinya. Dua tahun lalu, Agung  pula yang benar-benar merasuki pikiran nya. sehingga ia benar-benar terpedaya oleh cintanya. Dua tahun lalu, dan semua adalah masa lalu. Kini ia dapat membuka lembar baru dalam hidupnya, luka yang menyayat hati kini mulai terobati, ia telah menemukan cinta yang melebihi cintanya pada Agung. Sungguh, ia bersyukur atas masa lalu, karena masa itulah yang membawanya hingga seperti ini. All is well, dan semua akan baik-baik saja, itulah yang membuatnya bertahan sampai saat ini.

Namun ternyata, semua itu belumlah cukup. Perjumpaan dengan Agung dalam kondisi apapun ia jaga agar hatinya tetap tenang. Meski dalam hatinya, gemuruh gaduh dan berdesir-desir. Di akui Rani masih menyimpan rasa dengan Agung. Meski masa lalu hampir membuatnya menghabisi nyawanya sendiri karena merasa dihianati, di duakan, dan berkali-kali di bohongi. Lepas dari hubungan yang biasa-biasa saja, karena hubungan mereka sudah terlampau jauh melangkah dan tinggal sejengkal lagi. Namun ternyata... pukulan yang lebih dari sekedar tamparan biasa, hatinya merasa terkoyak. Dan STOPP... itu adalah masa lalu. Masa lalau yang ia yakini tak akan termaafkan selamanya. Dan itulah salah satu alasan kuat ia tetap bertahan meski berhadapan dengan Agung. Atas masa lalu yang membuatnya meronta dan iapun meyakini ada yang lebih baik yang Allah tujukanpadanya. Namun jauh di dalam hatinya, nama Agung belum lah hilang. Masih terus ia mencari jawaban atas do’anya. Bila ia boleh meminta, izinkan Agung menjadi suaminya.

Dengan nama Allah, ia coba menenangkan hatinya. Atas pesan yang ia terima. Pesan nyata berisi sebuah ajakan istimewa. Ya Robb berkali-kali ia sebut nama Tuhannya. Apa yang harus ia lakukan. Merasa adanya peluang karena cintanya tidaklah bertepuk sebelah tangan. Karena anak itu ternyata masih mencintainya.  Hanya saja, apakah itu benar-benar jawaban yang telah Allah berikan sementara hatinya, belum sepenuhnya yakin dengan sikapnya, benahkah sudah berubah...?

Ia trus saja berfikir, apa yang Agung  lihat darinya, hingga tiba-tiba ia hadir kembali dengan kata-kata yang sungguh tiada terduga, atas nama Allah ia hanya bisa mengatakan, “bila memang siap dengan cintamu, maka bawa aku dengan cara yang halal”.

Rani menyakini Agung  telah berubah, iapun mendapati Agung jauh lebih baik. Bila ini jalan Allah untuk harus bertemu dengannya kembali, maka atas nama Allah, ia ingin berjalan dengan Iman dan Islam.

Dua minggu berlalu hatinya kembali di sayat belati. Agung...... tidak berubah. Dua minggu ini ia coba mengumpulkan seluruh keyakinan dan kepercayaan yang sempat membuatnya ragu. Namun, setelah semuanya hampir siap, ternyata ia terpaksa harus menanam kebecian itu kembali pada sosok Agung. Atas apa yang ia lihat, "ikhwan ohh ikhwan".... berboncengan dengan yang bukan mukhrim begitu mesra, seperti itukah perubahan, batinnya mendengung. sungguh apa yang ia lihat benar-benar membuka seluruh mata hatinya. sekilas, sepertinya Agung tak merasa kalau Rani mendapatinya berlalu melewati Rani ketika Rani hendak pulang dari pasar pagi ini. Bohong.... kembali ia di bohongi. Dan dari sampai di situ, benar-benar ia meyakini dengan mendekatkan kembali dengan Agung,  Allah memiliki rencana, agar  ia lebih memahami sebenarnya siapa sosok Agung. Bukan untuk di harapkan, tapi untuk di luapakan...
All is well, semua akan baik-baik saja, hanya itu yang membuatnya berthan samapai saat ini

Laki-laki, sungguh aku tak mengerti...
Mudah ia hadir dengan membawa cinta, meyakinkan cinta, lalu kemudian menyakiti cinta karena menduakan cinta, hingga berakhir sampai sang wanita memendam cinta..... lalu kini, setelah silam wanita itu lupa dengan segala perih yang tertanam di hati, laki-laki itu hadir kembali membawa cinta itu kembali padanya, namun lagi-lagi.... menyakitinya kembali.

Laki-laki, sungguh aku tak mengerti...
Bukan maksud mengklaim segalanya salah laki-laki, hanya saja bisakah ia menanam cinta dan menjaganya untuk ia yang benar-benar mencintainya. Mereka begitu mudah mengatakan cinta. Duh... laki-laki, mengertilah, sedikit rayuan mu, maka wanita dengan mudah jatuh hati pada mu...

Laki-laki, sungguh aku tak mengerti...
Meski laki-lakipun berhak menyalahkan perempuan dengan pertanyaan yang serupa. Namun tetap saja, aku tak mengerti....

Laki-laki,
Aku mohon kau mengerti, sedikit rayuan mu pada wanita bukan muhrimmu, itu adalah maut untuknya

Wanita,
Atas perasaan mu yang sangat peka, jagalah hatimu, agar jangan mudah mendengar rayuan dari laki-laki bukan muhrim mu.

AKU PUN INGIN MENIKAH....

Menikah.....
Siapa yang tak menginginkan, namun bagaimana kita tau suami kita adalah jodoh kita, sedang sekarang marak dengan kasus perceraian. Seolah-olah pernikahan adalah suatu permainan sesaat hanya untuk membenarkan suatu hubungan, lalu dimana Jodoh itu berada




Pernah dalam suatu perbincangan aku dihadapkan oleh pertanyaan seputar jodoh. Bila menikah bagaimana kriteria pasangan yang aku inginkan, maka ku jawab dengan sederhana “ia dalah seorang pria yang tampan, tinggi, putih, dan kaya”..sontak orang itupun terperajat, matre juga di kira aku ini sedang parasku dipandangnya tak terlalu cantik ukurannya, namun permintaanku sangatlah tinggi, kemudian kujelaskan “ia adalah seorang pria yang tampan, bukan sekedar  parasnya tapi juga wibawanya, ia adalah yang tinggi akan iman, sehingga ia mampu menuntun ku untuk menjaga dan meningkatkan keimananku, ia adalah seorang yang putih hatinya, meski tak luput dari kekhilafan, namun isinya kita adalah saling mensucikan hati, dia adalah orang yang aya, kaya akan sedekah, meski tak pandang dari harta yang melimpa”. Kemudian iapun tersenyum tanda sebuah penghargaan. Lanjut kepada pembicaraan, kapan jodoh itu datang, dan kujawab sekenanya “ya sekarangpun bisa jodoh itu datang”.... mukanya berkerut tanda keheranan, “lalu bagaimana kita tau kalau ia jodoh kita”. Ia menimpal. Hmmmm sembari ku berfikir kemudian lepas akupun menjawab “ketika kita percaya, saat fitrah mencintai seseorang datang, dan begitu juga dengan dirinya, dengan fitrah yang jatuh kepada kita sehingga timbul rasa sayang kepada kita, saat itulah salah satu tanda bahwa jodoh kita datang atau bisa jadi itu hanyalah sebuah godaan. Jangan bertanya kok bisa begitu, ya bisa...!, mencintai seseorang adalah godaan plus sebagai pertanda bahwa bisa jadi ia adalah jodoh kita, maksudnya, ketika ada dua orang saling menyayangi, dan rasa sayangnya sudah terungkapkan dengan jelas, namun kemuadian rasa sayang itu direalisasikan dalam hubungan terlarang (pacaran) itulah pertanda bahwa kita tak dapat menahan godaan. Namun ketika kita mampu membawa fitrah itu kejalan yang Mulia, itulah pertanda jodoh kita telah datang”. Kerut di dahinya semakin menjadi, ia mulai bingung nampaknya, “kalau kasusnya belum berani menikah tapi dua-duanya saling sayang gimana..”..... kembali ia bertanya “itu tantangan” jawab ku tegas.... dan kali ini aku sedikit puas, karena ia nampak bingung akan bertanya apa lagi.... aku kemudian menerangkan sedikit sepengetahuan ku “ketika kita belum berani membawa fitah itu kedalam pernikahan itu adalah tantangan, tantangan bagaimana meyakinkah diri kita dan percaya kepada Allah, bahwa bila benar ia jodoh kita, Allah pasti akan mempertemukan kita, bila memang tidak di pertemukan tau semisal ternyata ada yang menikah duluan, percayalah bahwa ada yang lebih baik yang akan Allah berikan kepada kita ”.....dia mengangguk kecil. Setidaknya aku tau ia mulai paham dengan kata-kataku. “kalau begitu, jodoh itu apa”..... ia bertanya kembali. Hhhhhh helaan nafasku semoga bisa menemukan jawaban....bismillah bisiku dalam hati “jodoh adalah ketika kita mampu membawa sebuah ikatan kedalam pernikahan, dan mampu mempertahankan apapun yang akan terjadi nanti, karna di dalamnya ada unsur saling menghargai, saling mengerti, kejujuran dan kesetiaan”. jawab ku puas... anggukan keduanya semakin meyakinkan ku bahwa ia telah paham dengan pembahasan tentang jodoh hari ini, tapi ternyata tidak juga, masih juga ia bertanya “lalu, bagaimana dengan orang yang menikah karena paksaan, atau menikah karena terpaksa dan bukan dengan orang yang ia cintai...?”. aku pernah menemukan kasus ini, setidaknya peristiwa itu sedikit membantuku untuk menjawab pertanyaan ini “hmmm, bila ia menikah karena terpaksa atau dipaksa, dan jelas yang ia nikahi bukanlah orang yang ia cintai, itulah tantangan. Tantangan bagi kita untuk bisa mempertahankan rumah tangga kita yang terlanjur tejalin, dengan jalan Allahlah sebagai pacuan. Ketika kita menanamkan rasa saling menghargai, saling mengerti, kejujuran dan kesetiaan, insyallah Allah akan memberikan jalan kepada kita”. Ohhhh ya ya ya..... ia tersenyum puas “hmmm... mbak, bisa gak kita menemukan jodoh yang sesuai dengan keinginan kita...?”. “sangat bisa” kataku, “Allah memberikan jodoh tak lepas dari bagaimana kepribadian kita, akhlak kita, iman kita, ikhtiar kita, kelakuan kita, dan semuanya tak jauh-jauh dari bagaimana keberadaan kita di mata Allah, bila kita meminta orang yang baik, maka jadilah orang baik. Karena orang baik pasti hanya mau dengan orang baik, pun dengan Allah menjanjikan dalan sebuah ayat yang berbunyi , lali-laki baik dalah untuk perempuan yang baik, begitu pula sebaliknya. Jodoh ituada dimana-mana..”!.  kerut di dahinya nampak kembali, maka sebelum ia bertanya akupun segera meneruskan pembicaraan, “jodoh itu ada dimana-mana, jodoh gak cuman satu, jodoh bukan sebatas tulang rusuk, bahkan kita bisa menemukan tulang rusuk itu dimana-mana, dan yang saya yakini bahwa tulang rusuk itu bisa tertukar, setidaknya itu yang aku tau, karena apa...? karena bila akhlak kita buruk, maka tak lepas kitapun akan menemukan seseorang yang berkahlak butuk, namun bila kita perlahan merubah perangai kita, maka saat itu juga Allah merubah jodoh kita. Allah menurunkan jodoh berdasarkan kadar diri kita sebatas apa, hingga mampu mendapatkan yang sesuai dengan kadar diri kita sendiri, orang miskin mendapatkan orang kaya, bukan dilihat dari kadar kekayaannya, tapi Allah melihat kadar keimanannya”. Lalu gimana mbak dengan kisah seorang yang alim, tapi ia mendapatkan orang yang begajulan, kemudian saya jawab dengan candaan renyah “hohohoh, bisa jadi memang sejatinya ia punya perangai yang begajulan sehingga Allah menurunkan orang yang begajulan, atau... bisa jadi orang yang begajulan tadi ingin merubah perilakunya, sehingga tertanamlah sifat baik dalam dirinya, dan Allah menjadikan orang alim tersebut sebagai perantara untuk ia menjadi lebih baik”. Ia pun tersenyum puas, dan perbincangan kita terhenti..

Semoga bermanfaat

Bandar Lampung, 26 Juli 2012

Aku takut di "MADU"

Bagaimana sebenarnya perasaan seorang istri dengan status Istri tua....


Aku takut dengan bayangan masa depan, siapa suamiku, bagaimanakah ia, seperti apakah ia, namun apapun itu, bukan masalah harta, rupa, atau jabatan yang aku resahkan. Namun karena aku takut di madu..........

Benar adanya kalau seorang  laki-laki boleh menikah lebih dari sekali. kadang fikiranku menerawang jauh membayangkan perasaan seorang wanita bila ia di-Madu. kenyataannya aku lahir dari keluarga yang Ayahku sendiri beristri dua. dan aku adalah anak dari Istri pertama. Aku belum tau benar bagaimana perasaan Ibuku saat itu. karna usia ku yang masih terlalu dini untuk mengetahuinya. Hanya sekarang.....?
Usiaku genap 22 tahun, saat perasaan ini sudah terngiang oleh bayangan seorang suami.  Dan coba menerka kehidupan berumah tangga. Seorang wanita, sejujurnya, apakah ia rela di madu....?
Ada sedikit catatan kecil di benakku, tentang kehidupan rumah tangga yakni tentang suami yang memiliki dua orang istri. Penuh dengan hinggar binggar cibiran masyarakat, ramai dengan obrolan renyah tak bersahabat. Belum di dalamnya ada cekcok ketidak seimbangan baik antara perlakuan seorang suami atau masalah jatah bulanan.
Wanita..........
Saya sendiri adalah seorang wanita. Dan status saya belum berumah tangga. Gambaran seorang wanita sangat jelas ada di benak ku. Bahwa wanita adalah sosok yang lembut hatinya, meski ia berpenampilan machoo. Wanita adalah sosok yang rapuh, meski tak jarang wanita lebih menggunakan mulutnya untuk mempertahankan diri. Wanita adalah sosok penyeyang, meski tak jarang ia memberikan kesan pemarah. Wanita, sosok yang penyabar, meski dalam kesendiriannya ia pasti luluh dalam tangisan. Wanita sosok yang tegar, meski dalam hatinya, nampak porak-poranda tak beraturan. Wanita adalah sosok yang setia, dan kesetiannya nampak ketika ia lebih memilih bertahan dengan status istri tua......

Aku jelas tak paham apa yang ada di dalam hati seorang laki-laki, bagaimana ia dengan mudah menduakan istrinya. Lepas dari permasalahan, karena iba dan ingin membantu, seperti yang Rosulullah lakukan ketia beliau menikahi seorang budak. Tapi yang ini jelas berbeda, ketika seorang suami memutuskan untuk menikah lagi dengan wanita lain sedang mereka sudah di timpa kemewahan dengan istri pertamanya . Apa yang sebenarnya mereka pikirkan, atau hanya kesenangan sesaat karena wajah yang rupawan , atau karna merasa menemukan yang lebih indah untuk dipandang mata, atau karena bosan dengan istri pertamanya, padahal ialah  yang jelas-jelas pertama kali menemani dengan setia perjalanan sang suami, dari bawah sampai ia mampu berdiri diatas. Tak terfikirkankah, apakah rumah tangganya akan lebih bahagia dari sebelumnya...?
Hhhh........... laki-laki,
Aku benar bangga kepada mereka, para istri yang rela mengijinkan suaminya menikah kembali dengan wanita lain. Aku sangat terharu pada mereka, para istri yang ikhlas karena mengijinkan satu-satunya cinta dalam dirinya kini membagi kasih dengan orang lain. Dengan dalil syariat islam, bahwa Allah memulyakan seorang istri yang mengijinkan suaminya menikah kembali yang bahasa trennya adalah berpoligami.
sedang aku, mampukah aku seperti itu kelak...? bila suamiku ternyata memutuskan untuk berpoligami...?
Jujur aku katakan TIDAK....!
Meski ia, sang istri mengatakan rela, namun hatinya, bagaimana rasa sakitnya. Meski ia, sang istri mengatakan ikhlas, namun rintih remuk tubuhnya, adakah yang tau....? hanya wanitalah yang bisa merasakannya. Aku sendiri pernah menyayangi seseorang, ketika ku tau ia mendiakan aku, betapa sakit benar hatiku. Sedang dulu status kami hanyalah berpacaran. Karna jujur ku akui, aku dahulu belum paham benar bagaimana islam mengatur sebuah hubungan yang mulia. Bukan hanya sekedar pelampiasan rasa sayang namun tanpa ikatan.
Aku ingat rasa sakit dan perih ketika kesetiaanku terbuang sia-sia, yang aku sayangi menduakan aku, sedang kutanam dalam-dalam hanya untuk dia cintaku ini. Dan dia ternyata menduakan aku denga orang lain. Dia yang aku sayangi meski mengatakan benar-benar mencintaiku, namun tetap saja aku merasa dia sudah menhancurkan hatiku. Sangat perih, sangat dalam, bahkan butuh waktu panjang untuk benar-benar melupakan peristiwa itu.  Yahh... saat itu adalah saat aku pertama kalinya mecintai seorang laki-laki  dengan sangat dalam hingga ikatan itu berstatus berpacaran. Sekarang, bagaimana bila kasusnya adalah sebuah ikatan yang jelas-jelas benar di mata Allah, namun sang suami memutuskan untuk membagi cinta dan kasihnya, bagaimana rasanya...? ataukah mungkin karena dulu aku belum benar-benar mencintai Islam, atau karena dulu aku menjalin hubungan yang dilarang. Sehingga rasanya begitu sakit ketika dihianati sang kekasih...!
Hhhhh..... aku benar tak paham.....
Aku ingin suamiku setia dengan pengorbananku, aku ingin ia menemaniku sampai akhir kehidupan ku, sampai itu pulalah kesetiaanku tertanan dalam hatiku. Aku ingin ia adalah sosok satu-satunya bagi anak-anak ku. aku ingin kisah ku tak terbagi dengan orang lain, dan satu alasan yang meguatkan aku adalah, aku tak ingin mengulang kisah almarhum ibuku.....
 Salam ukhuwah,untukmu ikhwahfillah
Bila telah yakin kau untuk meminang seorang wanita, maka yakinkan ia, apapun yang terjadi , kesetiaan itu akan terus tertanan dalam dirimu... karena, benar kau tak paham bagaimana perasaannya, bagaimana dengan kami, kamipun tak tau apa yang ada dalam pikiran mu......

Bandar lampung, 25 Juli 2012

Senin, 23 Juli 2012

Bila kata Jodoh mulai terngiang di benak ku

berbincang-bincang masalah jodoh dengan seorang sahabat mendapatkan beberapa kesimpulan bahwa :

  1. anggapan jodoh tak kemana, ya memang benar jodoh itu tak pernah kemana2, tapi kitalah yang harus kemana-mana untuk mencarinya
  2. anggapan apa ia tulang rusuk tak tergantikan....benarkah..? nah berarti Allah dah menetukan jodoh kita ?... lalu bagaimana dengan anggapan yang baik itu untuk yang baik, yang buruk itu untuk yang buruk. kalau Allah sudah menentukan jodoh kita,berarti kita gak perlu susah susah nyari. nah pan katanya rizki, jodoh, dan kematian itu di tangan Allah. tapi nyatanya kalau kita gak nyari rizki ya gak bakal dapet dah tu rizki, kalau kita gak nyari mati, semisal udah tau ada kereta lewat kita sok begaya di tengah rel, mati kagak... la ialah.... nah bagaimana dengan jodoh...? pan harus nyari juga. di beneri akhlak kita, baru berani dah bilang. "saya mau jodoh yang berakhlak mulia"
  3. bahwa jodoh itu kitalah yang menentukan. jodoh itu gak cuman satu, tapi banyak.... mau kita dapet jodoh yang bagaimana ya tergantung bagaimana kita. kita baik, ya bakal dek Allah turunin jodoh yang baik. kita nakal, ya bakal deh kita dapet yang nakal
  4. gak perlu pusing jodoh kita kaya begimane.. yang pasti gak jauh2 dari sifat kite, kelakuan kite, ibadah kite, akhlak kite......so... kembali dah sob ke ayat "kalau laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik"...

nah kalau ada yang nanya....

la itu ada anak sholeh dapet cewek begajulan, gak pake jilbab pula... gimana ?... ya jawabnya gak gimana2. berarti Allah punya rencana laen... gitu aja repot. positive thinking aja deh ama Allah. kali aja tu cewek emang ada niatan buat berubah, nah Allah jadiin dah tu cowok sebagai perantara.......

pokoknya... bila diri kita baek... insyallah dah Allahpun tau kita buat siape....

bandar lampung, 23 Juli 2012

JILBAB KU LEBAR, SO WHY...??



Aku akui aku bukanlah orang baik, jilbab lebarpun tak menjamin ku untuk menjadi orang yang baik di sisi Allah, namun dengan beginilah aku merasakan kenyamanan.

Entah apa yang dipikirkan oleh mereka, setidaknya hanya jawaban itu yang bisa aku lontarkan pada mereka. Pagi ku, aku awali dengan syukur dan aktifitas sebelum aku berangkat ke kampus. Tepat jam 10.00 aku berangkat ke kampus. Tidak ada hal aneh yang aku rasakan. Namun, “deg” badan ku tiba-tiba gemetar...... aku malangkah menuju gerombolan teman sekelasku. Namun aku serasa begitu jauh dengan mereka, aku bak mahasiswa baru dengan wajah yang aneh, sehingga seluruh mata wajib memandangku. Bukan, pandangan itu bukan pandangan bersahabat, pandangan itu lebih tepat mereka tujukan pada buronan yang masuk kampus. Aneh, pandangan sinis dan nyaris tak bersahabat. Bahkan pertanyaanku di awal perjumpaan tak juga menenangkan suasana. Aku tak menyangka akan mendapatkan sambutan seperti ini.
But, Why...? adakah yang salah dari diriku.... 

Jilbab ku lebar ini keputusan ku, sebelumnya memang tanpa ada kompromi dengan teman-teman sekelasku. Itupun karena aku sering bergaul dengan mereka yang sering di sebut sebagai Akhwat. Pernah ada yang komentar, kalau aku keseringan pergi dari kelas selepas kuliah ketimbang ngobrol dengan teman-teman sekelas ku. Itu dulu, yah itu dulu. Ketika aku merasa menemukan sahabat yang pas, cocok, dan nyaman. Ketika aku baru mengenal bangku kuliah dan aku menginginkan sahabat, dan merekalah sahabt pertamaku, teman-teman sekelasku. Aku memiliki geng sendiri berjumlah enam orang. Kami sangat akrab, dikenal sebagai kelompok yang solid dan pintar. Hanya, sungguh aku merasakan ada yang mengganjal dalam diri ku. Aku merasa mereka hanya ada ketika aku bisa menemukan sesuatu dan bisa mengerjakan sesuatu. Tugaskah, PR-kah atau makalahkah. Aku meiliki perasaan yang peka, seringkali aku merasa mereka membicarakan aku dibelakang, jelasnya membicarakan kesalahan dan kekuranganku. Waktu berjalan hingga empat semester aku selalu bersama mereka.aku tak  jauh berbeda dengan mereka, aku adalah satu orang yang menganggap cewek berjilbab besar adalah orang-orang yang munafik. Karena saat itu, sering kali aku melihat mereka para ikhwan dan akhwat berduaan, bahkan aku sering mendapati sms mesra tak sengaja tertangkap oleh mata ku.di tambah ada satu kasus yang membuat ku merasa enggan melihat cewek yang berjilbab lebar, yahh tepatnya guru ngaji sahabat ku hamil di luar nikah “ohh my god”..... oke stop itu dulu, dan sekarang aku harus siap bila teman-teman sekelasku berfikir seperti itu tentang aku sekarang. Ahaa, tepatnya aku yang sekarang berjilbab lebar.

Keputusanku bukan tanpa sengaja, . Sempat aku berperang dengan diriku sendiri, sebelum berperang di hadapan mereka. Aku takut, begini aku serasa aneh di hadapan mereka. Aku dikenal sebagai anak yang rame, tiba-tiba muncul sebagai sosok yang terasing. Akupun menyadari dengan kehadiran aku yang serba mendadak dengan penampilan yang berbeda. Namun sungguh, itu bukan karna aku ingin mencari sensasi. Aku pun tau konsekuensi apa yang harus aku terima. Akupun menyadari adanya jarak antara aku dengan sahabat se-geng ku dulu, namun jauh di dasar hati ku, aku menemukan kedamaian, aku menemukan sesuatu yang tak mereka miliki dan itulah yang membuat ku bertahan dengan penampilanku sekarang.

 Meski sekedar guyon, aku sadar mereka tak sekedar membuat lelucon, mengatakan baju setumpuk-tumpuk, jilbab dobel-dobel- atas bawah, apa gak panas, nyucinya gimanalah, apa ya cukup gantungan baju buat nyuci baju sehari.... heuhhhhh.... jujur aku sesak mendengarkannya. Ada rasa minder ketika masalah itu di ungkit-ungkit. Namun, aku sadari kenapa mereka berkata seperti itu. Seperti halnya dulu, aku menganggap semua cewek berjilbab besar adalah monster, dan bla bla bla... itu bukan tanpa alasan. Semuanya aku pahami saat ini, saat dimana aku tersadar akan apa yang aku pikirkan dulu. Bahwa setiap orang berbeda. Gak semua orang berjilbab besar seperti itu, sekilas memang ada hal nyata ketika ikhwan dan akhwat kepergok smsan mesra, atau malah jalan bareang. Bahkan dengan lantang sahabatku mengecap para ikhwan dan akhwat adalah manusia yang dikendalikan oleh partai. Hhhh..... helaan nafas yang tak kunjung berhenti, bila komentar itu melayang tiba-tiba. Gak hanya sekali-dua kali, tapi berkali-kali. Namun akupun bisa menegaskan bahwa tidak semuanya seperti itu. Kebaikan seseorang wanita memang bukan dilihat dari seberapa lebar jilbabnya, namun itu terpanjar dari hati yang tertutupi di balik jilbabnya. Aku hanya bisa melontarkan senyuman, sejenak kurasakan kebanggaan karna dapat merevolusi diri. Memang aku bukan orang baik, namun dengan begini aku akan belajar menjadi orang baik, dihadapan Allah tentunya. So... Why.. ? apapun yang orang katakan tentang makhluk bernama akhwat, itu tak jadi masalah bagiku... karna aku sangat yakin, meski bukan sekarang, aku akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa, bukan sekarang, tapi nanti.... karna esok , semua akan indah pada waktunya....

mohon komentarnya.....

Minggu, 22 Juli 2012

Aku menikah bukan karna Cinta

jujur aku tak mencintai suami ku, pernikahan ku bukan karna keinginan ku, bila aku boleh meminta satu hal saja, aku ingin memeluknya, memeluk orang yang aku puja sekali saja....
Add caption

gusar hati ku menunggu, berkali-kali ku tengok seberang jalan, kau tak jua datang. ahh, helaan nafas ku membuat ku semakin merasa bersalah dan menyesal. aku memendam cinta pada mu, namun kenapa bukan kamu yang sekarang ada di samping ku. apa artinya sembah sujud ku  tiap malam, apa artinya do'a-do'a ku yang aku tujukan pada mu. apakah diri ini memang tak pantas untuk mendapatkan mu.apakah memang Tuhan tak mendengar do'aku. bukankah Ia maha mendengar , sedang aku sudah memendam cinta ini sejak lima tahun lalu sejak dan sejak itu pula aku melayangkan do'a untuk bisa hidup berdampingan dengan mu, menjadi istrimu dan memiliki anak-anak yang lucu. Namun ternyata semua do'a ku hanya terkabul dalam mimpi ku. sungguh, ingin rasanya aku merasakan pelukan mu, meski hanya sekali saja.

 "Dek".... panggilan lembut dari belakang semakin membuat hati ku panas. "maaf mas lama, sumpek di dalam, susah mau keluar masuk" dan aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil. Rian kembali duduk menemani ku di pelaminan. sungguh tragis, betapa malang orang ini, aku sama sekali tak mencintainya, betapa dzolimnya aku ini. tapi semua ini bukan kehendak ku. hhhhh..... aku menghela kecil. Rian ohhh Rian, dialah orang yang sekarang ada di samping ku, yah, dia adalah calon suami ku, tepatnya ia adalah suami ku. aku baru mengenalnya seminggu yang lalu dari orang tua ku. seminggu sebelumnya, tepat ketika guru ngaji ku menyodorkan satu bundel proposal berisi biodatanya seorang ikhwan, sontak aku terperajat, namun aku tak ada hasrat untuk menyentuhnya. hanya ku lihat sekilas fotonya, itupun karna guru ngajiku yang menunjukannya pada ku. tiga hari sesudah itu, aku mulai di landa kegundahan yang amat sangat. kerinduan pada seseorang yang aku dambakan sejak dulu, aku menginginkannya, yah sangat menginginkannya. hingga aku memutuskan untuk mencari jawaban darinya. ku dapati nomer HPnya dari dulu. hanya aku tak berani menghubunginya. aku memulai dengan sms. bergetar seluruh tubuh ku, jantung ku berdebar tak menentu, pantaskah aku bertanya... ahhh akupun teringan sosok khodijah.maka segera ku ketik sms "bismillah, assalamu'alaikum... shobahul khoir ya akhi. akhi, ku coba menjadi sosok khodijah meski hati ini serasa berkecamuk menahan malu, diri ini mendambamu sedari dulu, mungkinkah ada seseorang yang sudah ada di hati mu ....salam Khusna" , terkirim..... hahh aku panik, ku coba membuka item terkirim, adakah yang salah dari sms ku.... jantung ku, serasa bagai bedug sebelum adzan magrib, aku tak sedang berlari, namun keringat dingin mengucur, sebentar-sebentar ku lihat hp. nada dering sms sangat membuat ku risau tiap berbunyi, berharap itu datang darinya. sudah dua jam aku menunggu dan pikiranku mulai kacau. mungkinkah ia tak mengenal ku, tidak mungkin, kita pernah satu organisasi di kampus, atau jangan-jangan dia sudah memiliki seseorang... ahhhhhhhh gumamku tak keruan. lalu tiba-tiba, dering sms meyakinkan ku bahwa itu darinya, dan..."Glek"... itu bukan darinya......

Pikiran ku benar-benar tak tenang, bahkan tahajutpun ternyata tak menyembuhkan ku, hari ini aku memutuskan pulang kerumah, tepat dua hari sudah aku menunggu balasan darinya. apa yang sebenarnya sedang menimpa ku, aku terus saja berfikir begitu. ya robb pada-Mu ku bersimpuh.

Ada yang berbeda di rumah ini, ada apakah, semakin membuat ku penasaran. wajah berseri kedua orang tua ku sedikit memberikan ku keteduhan, tapi ada yang aneh, mungkinkah karena tiga bulan aku tak pulang. perasaan curiga ini tetap tak bisa di tepis, sepertinya akan ada tamu yang akan datang, Mama sibuk menyiapkan banyak masakan, pikirku tak separah ini juga ketika aku hampir enam bulan tak pulang. lalu kudapatkan jawabannya dari keponakan yang kebetulan sedang berkunjung. dan memang ternyata nanti malam ada teman ayah dan anaknya silaturahim kerumah..

tepat jam delapan bel rumah berbunyi, aku sedang asik di kamar dengan ringkihan yang masih terbawa kerumah. dalam do'a ku benar-benar menginginkannya. lalu kemudian, aku dikagetkan oleh panggilan ayah yang meminta ku keluar, akupun bersiap-siap. tak ada perasaan lain kecuali sesak di hati karena menanti jawaban. namun, setiba ku di ruang keluarga, "DUARRRRRR" bagai petir menggelegar, dan ku hanya mengedipkan mata. bergumam hatiku, "Dia, sosok laki-laki, anak teman sahabat ayah ku, yah aku pernah melihatnya, dan aku masih ingat wajahnya, dia adalah orang di foto yang pernah guru ngajiku sodorkan seminggu yang lalu, dia adalah Rian". dan ternyata malam ini adalah malam perjodohan kami.... ya Allah, apakah ini jawaban mu... hingga dia yang ku damba sampai sekarang tak membalas sms ku... aku pasrah kepada orang tuaku, meski berat, dalam hati hanya ku yakini Allah punya rencana lain. namun satu hal yang membuat ku menangis dalam dada, terasa badai berkecamuk, ketika ku bangun di pagi hari ku dapati sms dari dia "bismillah, wa'alikumsalam ukhti, af1 ana baru memberikan balasan, sudah terlambatkah, ukhti... maafkan diri ini yang sempet berfikir lama, anapun tak sanggup memutuskan dengan segera, ukhti sholihah yang di rahmati Allah, sudikah kiranya aku menerimamu menjadi istri ku.....salam ku Ikhsan".....aku merasakan sakit yang teramat sangat, bertubi-tubi rasanya jasad ini... bagaimana aku membalasnya......

"Dek,....melamun yah".. ahhh aku tersadar, ada orang yang menanti ku berjabat tangan.... sms itu berlalu, dan ku balas dengan selembar undangan pernikahan ku. namun kini sungguh tak kudapati ia hadir di pernikahan ku. mungkinkah ia sakit hati, sampai seperti inipun aku masih berfikir kalaupun ia jodohku aku pasti kembali padanya.......

sepuluh hari sudah selepas pesta pernikahan ku, kami sudah memutuskan untuk hidup di rumah sendiri. sepuluh hari kurasakan dengan biasa-biasa saja. aku menemani suami ku dikala ia tertidur, namun sungguh kutakan "aku tak mencintainya" ... malam pertama pun kulewati dalam kegelapan, karna aku tak sanggup menatap wajahnya. Rian ohh Rian, beginikah istri yang pantas untuk mu. engkau begitu sempurna di hadapan wanita lainnya, namun bagiku...?, sungguh dia memberikan ku perhatian yang luar biasa, aku bak ratu di singasananya, namun berat hati ku menerima dengan ikhlas, ku coba untuk menghargai semua yang telah ia berikan pada ku, termasuk ciumannya dipagi hari sbelum ia berangkat kerja. sampai kapan aku bertahan, akupun tak tau..?

kupandangi luas halaman teras depan rumah ku, suamiku baru saja pergi. dan aku akan bersiap ke kampus. suntuk sungguh suasana hatiku, bahkan bunyi dering SMS ku buka dengan lesu. ahhh satu sms dari teman kampusku si Lira, "klik" bunyi hp saat ku buka inbox. ini bukan sms yang biasa aku terima, ini sms bukan menanyakan tentang kuliah. ini sms tentang kabar duka, innalillahiwainnailaihirroi'un....ikhsan......

Darah di sekujur tubuh ku seolah-olah membeku, kepala ku serasa berat.sungguh aku tak menyangka. inikah jawaban atas do'a-do'aku yang tak terkabul. kudapati info bahwa selama ini Ikhsan menderita kanker ganas.. kudapati info juga dari sahabat dekat Ikhsan. bahwa selama ini Ikhsan juga memendam rasa kepada ku. Semua kudapatkan hari ini, termasuk SMS yang tak kunjung datang. Karena waktu itu, Ikhsan sedang ada di Rumah Sakit. Ya Allah..... betapa banyak nikmat yang ku lewatkan, termasuk peristiwa ini. Meski hatiku sakit, tapi sungguh ini adalah hari yang benar-benar membuka mata hatiku. Aku sampai tak sempat berfikir jika seandainya aku menikah dengan Ikhsa, statusku hari ini adalah Janda. Bukankah hatiku akan bertambah sakit.

Ya Allah sembah sujudku tiada henti, benar adanya Engkau telah memberikan hal terbaik dalam hidupku, Engkaulah yang Maha Tau, apa gerangan yang sesungguhnya pantas untuk hamba-Mu. sejak saat itu aku putuskan untuk mengabdikan seluruh hidupku untuk suami ku, yang setelah aku sadari betapa Sholehnya Ia..

inspirasi seorang sahabat...

Bandar Lampung, 22 Juli 2012

silahkan berikan komentar....

Minggu, 15 Juli 2012

Hadiah Spesial di hari valentine untuk orang yang spesial

#yang MUDA WAJIB BACA (silahkan di kopas)

suatu ketika, kita merasa menemukan seseorang yang sangat tepat.dan kita pun ,
#mengagumi dia,
#mencintai dia,
#senang bila memegang tangannya,
#bahagia bila ia bilang cinta,
#resah bila tak dapat kabar darinya,
#gundah bila ia marah,
#bahkan menganggapnya sebagai BIDADARI DUNIA,

=> Dan untuk membahagiakannya kitapun rela mengorbankan apa yang "ORANG TUA BERIKAN PADA KITA" demi "DIA" .....

=> tau kah ternyata kita telah melupakan siapa sebenarnya "BIDADARI KITA" . orang yang sejatinya "BENAR - BENAR MENCINTAI KITA" bahkan sebelum dan sesudah hadirnya "DIA".

=> bila dengan mudah kita berkata pada "DIA"
#sayang , aq bangga memiliki mu.
#sayang , aq tak bisa hidup tanpa mu.
#sayang , jangan kau pergi meninggalkan aq, karna aq bisa mati.
#sayang , aq ingin selalu berdua dengan mu. dan lain sebagainya "KATA GOMBALAN" yang sejatinya itu hanya sesaat.

=> Sesaat karena kita pun tak tau sampai kapan sang "DIA" akan selaul bersama kita

=> dan hanya sesaat dengan mudah melupakan siapa sejatinya yang harus kita cintai.

=>bila mudah kita berkata
# sayang, aq bangga memiliki mu.
lantas sudahkan kita berkata demikian untuk orang tua kita...?

banyak yang perlu kita resapi, permainan hati yang tak jarang menjerumuskan kita pada kebahagiaan sesaat. tanpa pernah berfikir /bila kita merasa tak dapat hidup tanpa "DIA" bagaimana bila "ORANG TUA" kita pergi saja meninggalkan kita./bila kita rela mati demi "DIA". ingatkah bahwa ada yang telah membela mu mati-matian jauh sebelum hadirnya "DIA".

KAWAN, teruskan perasaan itu sampai kau menemukan perbedaan bila "DIA" meninggalkan mu, atau "ORANG TUA" mu yang meninggalkan mu, maka kau akan tau, siapakah yang sejatinya engkai cintai

kalau katanya hari ini hari spesial "valentine" bagi saya "valentine" itu ada di setiap detik untuk "BIDADARI SAYA" karena saya sangat mencintai BIDADARI SYA. meski tak jarang mereka pun pernah membuat saya saya kesal, namuan setalah saya pahami, semua itu karena mereka "BENAR BENAR MENCINTAI SAYA", tanpa ada syarat, dan mereka mencintai saya "BENAR-BENAR APA  ADANYA". menerima kekurangan saya dengan penuh cinta. meraka lebih menagis bila melihat q menangis, mereka bahagia bila q tertawa. "LUAR BIASA

Be Your Self

NEVER ENDING CREATIVITY
TO TALK
TO WALK
AND TO THINK

menjadi sukses bukan berarti mengikuti jejak orang yang sudah sukses, ada banyak cara untuk kita bisa menjadi lebih dari yang lain, percaya pada diri sendiri dan yakin kesuksesan itu benar2 ada. mereka adalah mereka, dia adalah dia, kamu adalah kamu dan katakan saya adalah saya, yang mencapai punjak bukan karena duplikat dari orang lain apa lagi dari orang tua. jadi kan mereka pemicu menuju kesuksesan bukan menjadi tempat bergantung.

saat kita mengikuti jejak di antara mereka, maka secara tidak langsung kita akan menjadi orang kedua bahkan orang yang kesekian kali, yang terkontaminasi oleh pikiran-pikiran mereka. dan apa yang kita peroleh tidaklah jauh dari apa yang sudah mereka peroleh.

jadilah yang pertama dan biarkan mereka menjadi  kedua dari dirimu...
karena masing-masing dari kita adalah sang juara.

means : jadilah diri sendiri dan mulailah dari sekarang

banyak cara menuju puncak

Wanita

UNTUK MU PARA WANITA

Engkau sangat lah berharga, sangat lah mahal untuk sekedar di pandang oleh laki-laki selain haq mu.

Percayalah wahai wanita, kemulyaan mu terlihat dari kesejukan hati yang kau tutupi.

Banggalah engkau wahai para wanita, karna engkau tak bisa di nilai bahkan untuk beribu-ribu uang dolar dan berjuta-juta kepingan emas.

Aq bangga mengatakan "Aq wanita, yang bukan orang semabarangan yang bisa menyentuh q".
"aq wanita, dan harus membayar mahal untuk mendapatkan q"

kau boleh mengatakan aq tak cantik, karna kecantikan q sesungguhnya akan q berikan untuk dia yang telah Allah utuskan untuk menjaga q.

kau boleh mengatakan aq kampungan, karna kekayaan q sesungguhnya hanya akan q berikan untuk dia yang memahami apa makna kaca berdebu

kau boleh mengatakan aq aneh, karna keistimewaan q, hanya akan di lihat untuk dia yang berani menyatakan ayat cintanya hanya pada q ,bukan ia yang suka mengubar-ubar kata cinta pada siapa saja.....

untuk mu wahai wanita,
kemulyaan mu, menjadikan mu untuk berpegang teguh pada prinsip hidup mu.
keindahan mu, memaksamu untuk terus menjaganya dengan Iman

>apa yang di banggakan dari kecantikan semu. yang hanya bisa dilihat oleh pandangan mata
>apa yang di banggakan dari paras yang rupawan, bila paras itu akan segera pudar seiring pudarnya iman
>apa yang di banggakan dari banyaknya rayuan yang menghampirimu, bukankah berarti kau lebih senang engkau mengibaratkan dirimu sebagai barang dagangan yang sedang di obral, sangat murah, dan cepat rusak. karna kualitas yang setara dengan harga

wanita,
ibarat permen yang di bungkus , semakin rapi bungkusannya maka akan semakin mahal harganya dan pembelipun akan memilih permen yang di bungkus rapi meski tak tau bagaimana rasa di dalamnya. meski mahal namun hanya ia yang mampu membeli yang mampu merasakan manisnya permen itu.

dan kepada permen yang sudah tidak di bungkus pastilah banyak pembeli yg tau bagaimana rasanya.

ANDA BOSAN DENGAN HIDUP ANDA ? LARILAH...!!

salam Inspirasi

siang yang sejuk sayang untuk dilewatkan dengan sikap bermalas diri
cobalah berdiri dan temukan hal baru pada hari ini.

yakinlah bahwa benar adanya "hari ini sangatlah berbeda dengan hari kemarin"
bedanya lebih baik atau lebih buruk kah..kalau masih dalam derajat sama dengan yang kemarin
saya katakan itu "lebih buruk" bukan sama
Why.. karna tidak ada perubahan.
dan yah hanya itu itu saja...

ANDA BOSAN DENGAN HIDUP ANDA ?
LARILAH...!!

Hari ini memandang tumpukan buku di bazar fajar agung.. cukup memusingkan
pusing karena banyak sekali buku luar biasa yang ada di depan mata
tapi lagi-lagi saat ini belum saatnya aku membeli semuanya...

ok back to topic...
berbincang bincang dengan orang luar biasa yang tak sengaja bertemu adalah satu hal yang sangat luar biasa
saya terbiasa meninggalkan kesan terhadap siapa saja yang saya temui
berbincang-bincang dan menambah wawasan, tentunya tidak asal membuka pembicaraan dengan siapa saja.
tapi menilai, mengamati, dan baru memulai
bagaimana kita tau orang tersebut mudah untuk di ajak bincang-bincang.
1. lihat kondisinya
2. perhatikan ekspresi wajahnya
3. waktu dan tempat yang sesuai
4. tanyakan nama, sanjung ia, dan sikat,,,,

cara asiknya adalah kita benar-benar berpura-pura menyesuaikan diri dengan orang baru
dan itulah yang membuat sya merasa luar biasa. adalah ketika orang tersebut memberikan respon positif,
hmmm lets to tray dan buktikan
jangan hanya diam dan memperhatikan,, ujung2nya hanya menjadi khayalan seperti "DIA"....

ciptakan dirimu sendiri...

Sabtu, 14 Juli 2012

TIPS HEMAT UNTUK MAHASISWA (aksi konyol tapi bermanfaat)

bay pass raya, 7 September 2011

anda seorang mahasiswa ??

bila ia,
maka problem yang sering anda temui atau bahkan anda sendiri sebagai pelakunya adalah,

sering kali ketika awal bulan, atau di saat-saat uang kiriman orang tua datang, yang terjadi adalah :
  1. Anda di sibukan dengan tagihan hutang dari teman-teman anda
  2. Uang itu lenyap entah kemana, karena tanpa sadar anda telah membelanjakannya sedikit-demi sedikit
  3. selalu kelabakan di akhir bulan karena stok kehabisan, akhirnya alternatif pinjam uang teman
  4. uang jatah bulanan tapi belum genap satu bulan sudah habis duluan, malah baru 1/4 bulan sudah kehabisan uang.
  5. ketika uang berada pada level maksimum,kita dengan mudah menggunakannya ntuk menukan kemudian berkat "masih banyak kok, jadi tenang,pasti cukup"
  6. kebingungan karena ada barang penting yang harus anda beli saat itu juga, tetapiuang anda sudah menipis
  7. bagi anda yang punya pacar, sering kali harus mengorbankan uang bulanan untuk mentraktir pasangan (maksudnya sih biar romantis, tapi yang ada malah buat dompet jadi tambah tipis)

ada yang bisa memberi masalah lagi terkait uang bulanan...?
oke saya rasa cukup 6 masalah tersebut sebagai contoh.

bila memang ada masalah yang lebih membuat anda shock terkait uang bulanan anda
saya sarankan untuk membaca artikel ini lebih lanjut.

tapi maaf, membaca artikel ini tidak akan menambah uang bulanan anda bertambah
di sini, saya akan bernagi tips yang saya lakukan demi menghemat uang bulanan saya.
tips ini saya temukan akibat saya depresi dengan masalah uang dan kebingungan bagaimana cara mengaturnya,
karena saya mengalami maslah-masalah yang saya sebutkan di atas. namun kini, semua tidak ada maslah.
ntah dari mana datangnya, ini ide gila, dan sering kali sahabat-sahabat saya yang melihat aksi baru saya ini tertawa,
namun pada akhirnya mereka berkata "bagus juga"
yahhh paling tidak ada poin plus disini. . .

tapi,
bila anda sama sekali tidak bermasalah dengan uang bulanan
atau bahkan malah selalu kebanjiran.

STOP anda tidak pantas membaca artikel ini
dan saya sarankan, berikan uang anda sedikit untuk teman-teman mahasiswa anda
yang sekarang sedang kecekek kekurangan stok uang makan.

oke... kembali ke permasalahan

^_^ serius amat bacanya, santai mas brow....

* pada tanggal dan hari apa, anda biasanya mendapat sogokan dari orang tua agar anda belajar dengan tekun

biasakan mencatat, meskipun sepele, tapi ini ternyata sangat berkhasiat untuk mengetahui berapa lama anda bertahan
dengan uang sogokan yang mami dan papi anda berikan.

* berapa banyak uang tersebut

ini juga di percaya sebagai alat pelacak untuk mengetahui berapa besar uang yang anda habiskan tiap bulan.

* sisihkan 15.000 1 tahun sekali untuk membeli satu kotak amplop besar

bukan buat jaga-jaga kalau kita mau kondangan, meski bisa juga suatu saat kita akan memakainya untuk kondangan.
tapi disini amplop itu saya alih fungsikan sebagai penyimpan uang yang saya tempel di dinding. kemudian, saya memberi tugas
sesuai kebutuhan saya. seperti contohnya :

  1. amplop saya letakkan di tempat saya biasanya memasak. tidak layak saya sebut dapur, karena tempat yang saya tinggali berukuran 4 x 4 meter, dan itu hanya saya batasi lemari pakaian.di amplop tersebut saya tuliskan : "uang makan"amplop saya letakkan di samping lemari pakaian, yang masing masing tulisannya adalah : "uang kuliah" , "uang jajan" , "uang kebutuhan pokok" seperti peralatan mandi dan lain-lain, "uang sisa" yang berfungsi menyimpan uang hasil sisa dari uang kuliah, uang jajan, dan uang makan.
  2.  prediksikan, uang anda bertahan berapa hari. bagi uang tersebut sesuai kebutuhan anda.contoh bila anda di berikan uang sekitar 500.000 untuk tiap bulannya maka perkirakan kira-kira anda 1 bulan habis berapa besar untuk kebutuhan perut anda dan lain sebagainya. namun bila anda memiliki pacar, jangan lupa amplop khusus untuk si dia. wkwkwkwkwkwk ^_^ susah juga kalau pacarnya lebih dari satu, heeeeeeeeeeee
  3. masukkan uang tersebut dalam amplop. kita liat bagaimana aksi anda setelah ini. saran dari saya adalah, ada satu amplop khusus untuk uang jaga-jaga dan itu jangan di tempel, melainkan di lem. dan letakkan di bawah kasur atau tumpukan pakaian anda.satu kunci dari aksi ini adalah konsekuan, dan biarkan sang amplop bekerja sesuai perintahnya. jangan anda otak atik apa yang udah anda bagi sesuai kebutuhan anda

adapun penempatan amplop tidak harus seperti yang saya lakukan
andapun bisa meletakknya di kamar mandi, heeeeeeeeeeeee

atau kalau mau lebih bermanfaat, masukkan uang anda kedalam amplop lalu berikan kepada saya. wkwkwkwkwkwk ^_^

banyak pelajaran yang bisa anda ambil dari sini, khususnya untuk diri anda sendiri yaitu :
  1. anda akan mulai mengatahu bagaimana kepribadian anda karena disini sangat di tuntuk kesabaran, kejujuran dan keihlasan. untuk tidak berbuat curang
  2. anda akan mulai mempercayai diri anda sendiri, dan tanpa sadar anda akan di buat percaya diri hanya karena amplop
  3. anda akan mulai belajar untuk mempercayai diri anda sendiri dan orang lain. mengapa ? karena, jika anda mau membuktikan, maka hasil yang anda dapatkan adalah, anda akan mula mempercayai orang lain dan memberi tugas pada mereka sesuai kemampuan (saling berbagi)
  4. secara tidak langsung anda belajar hemat
  5. anda akan menemukan hal luar biasa, apakah itu ... ? hanya dapat anda ketahui setelah anda membuktikannya.


bila anda sudah membuktikan, saya berharap akan ada poin lebih selain 5 hal tersebut.

selamat mencoba.....

sukses untuk anda, dan juga saya

by : pencari jejak

Karna Kita Manusia

meminta maaf tidak menjadikan kita sebagai manusia yang hinamemberi maaf tidak pula menjadikan kita bangga di hadapan Allah
namun maaf juga bisa membuat luka bertambah kritis
kenapa begitu ? mari kita pelajari . . .

sebagai manusia, saya, anda, dan kita semua adalah makhluk yang serakah akan kesombongan
ingin di puji,
ingin di hargai,
ingin di sayangi, dan seabrek keinginan ada diri kita kepada orang lain

tapi sering kali, kita melakukan kesalahan kepada orang lain
dan yang lebih fatal adalah, kita tau itu salah
tapi dengan mudah kita berpura-pura mengabaikannya
tanpa pernah berfikir akan akibat yang di timbulkan

kasus yang sering kita hadapi adalah seperti ini.
ketika orang mulai sadar akan kesalahannya,
dan namanya kesalahan tak jarang melibatkan minimal 2 pihak.
seketika itu orang akan dengan mudah meminta maaf
setelah di rasa kesalahan tersebut ternyata merugikan dirinya.
dan anehnya, orang dengan mudah berpaling bila ternyata kesalahan tersebut
tidak menimbulkan masalah yang besar pada dirinya.

kawan, sering atau bahkan pernah kita sendiri mengatakan hal ini !

"saya hanyalah makhluk yang hina, yang tak lepas dari kesalahan"
atau
"saya bukan nabi atau malaikat yang tak luput dari kesalahan"
atau
"Tuhan saja maha pemaaf, apakah kamu tidak bisa memaafkan saya"

dan masih banyak lagi kalimat-kalimat pengibaan

kawan, sadarkah bila kita telisik
kalimat-kalimat tersebut semakin menunjukan
bahwa kita tidak menghargai karunia yang telah Allah Swt berikan kepada kita

mari kita peljari satu persatu !
kawan, sadarka ketika kita berkata
"saya hanyalah makhluk yang hina, yang tak lepas dari kesalahan"

Dia menciptakan makhluknya dengan kemulyaan sekalipun itu adalah binatang,tumbuhan,
semua tunduk di hadapan-Nya.
dan adapun kita adalah sebaik-baik makhluk yang paling mulia yang di ciptakan dengan keistimewaan
namun yang kita lihat, banyak yang berpura-pura tidak tau akan apa yang dilarang oleh-Nya
atapaun apa yang di sebut perintah-Nya.

kawan, sekali lagi
Allah menciptakan kita dengan kemulyaan bukan karena hinaan.
tapi kenapa dengan mudah kita menghina satu sama lain
tapi mengapa dengan mudah berkata "saya adalah makhluk yang hina"
padahal yang membuat kita menjadi makhluk yang hina adalah kita sendiri
karena kita sendiri yang meminta.

lalu bagaimana dengan kalimat,
"saya bukan nabi atau malaikat yang tak luput dari kesalahan"

memang,
karena kita memang bukan nabi atau malaikat. dan kita tidak akan pernah bisa menjadi nabi
atau malaikat, kecuali dengan kehendaknya.

lalu masalahnya apa,
kita sebagai manusia,makhluk yang sempurna. di ciptakan untuk mencontoh suri tauladan
yang telah allah contohkan dari para nabi.

kita memang bukan nabi,
karena nabi adalah manusia mulia pilihan Allah swt, yang di ciptakan
dengan keagungan, keistimewaan sendiri yang tak dimiliki oleh manusia lain
tapi beserta itu pula, beliau para nabi di ciptakan dengan masalah yang berbeda dari tiap zamannya.

begitu juga dengan para Malaikat.
mereka selalu tunduk dengan perintah Allah SWT
menjalankan seluruh tanggung jawab yang dibebankan,
tidak mengenal amarah, tak mengenal emosi, tak mengenal nafsu.
tidak seperti kita yang memiliki segalanya,
namun yang kita lakukan adalah selalu merasa kekurangan dengan apa yang kita miliki dan yang kita terima.

" Tuhan saja maha pemaaf, kenapa kamu tidak bisa memaafkan saya"
jawabannya adalah "karena kita manusia"

yahhh....
karena kita adalah manusia
dan setiap kita memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain
segenap kekurangan dan kelebihan.